Makkah adalah Pusat Bumi

November 2nd, 2009

648px-Mecca_skyline

Makkah—juga disebut Bakkah—tempat di mana umat Islam melaksanakan haji itu terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan. Telah menjadi kenyataan ilmiah bahwa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air (samudera yang sangat luas).

Kemudian gunung api di dasar samudera ini meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magma dalam jumlah besar yang membentuk ‘bukit’. Dan bukit ini adalah tempat Allah memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari Ka’bah (kiblat). Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi.

Jika demikian, ini berarti bahwa Allah terus-menerus memperluas dataran dari tempat ini. Jadi, ini adalah tempat yang paling tua di dunia.
Adakah hadits yang nabawi yang menunjukkan fakta yang mengejutkan ini? Jawaban adalah ya.
Nabi bersabda, ‘Ka’bah itu adalah sesistim tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini diperluas.’ Dan ini didukung oleh fakta tersebut.

Menjadi tempat yang pertama diciptakan itu menambah sisi spiritual tempat tersebut. Juga, yang mengatakan nabi yang tempat di dalam dahulu kala dari waktu menyelam di dalam air dan siapa yang mengatakan kepada dia bahwa Ka’bah adalah pemenang pertama yang untuk dibangun atas potongan dari ini tempat seperti yang didukung oleh studi dari basalt mengayun-ayun di Makkah?

Selengkapnya >>

Rahasia Ilmiah Ka’bah Yang Mengagumkan

October 16th, 2009

16 10 2009

Ka’bah merupakan bangunan Megah dan bersejarah serta berberkah bagi kaum muslimin dunia yang terdapat di kota Mekah. Begitu banyak misteri yang terkandung di dalamnya. Sungguh menakjubkan.

ka’bah :

ka'bah

Yang pernah belajar Matematika, pastinya pernah mendengar nama Fibonacci. Dia adalah seorang ahli matematika yang hidup pada abad pertengahan di Aljazair. Semasa kecilnya pernah berguru kepada seorang ahli matematika Muslim, hingga akhirnya Fibonacci membawa ilmu Golden Ratio yang mengguncangkan Eropa dan dunia.

Golden Ratio benar-benar terobosan ilmu pengetahuan yang mencengangkan.

Anda dapat melihat bukti-bukti ilmiah luar biasa dari misteri yang tetap tersembunyi di Kota Suci Mekkah Selama Ribuan Tahun. Mekkah ditetapkan sebagai arah bersujud, tempat konvensi miliaran umat Islam dan kota suci bagi umat Islam. Orang-orang Muslim, yang sanggup, disunahkan untuk pergi melakukan perjalanan melalui Ka’bah, Muzdelife dan Arafat dan untuk berkumpul di kota suci.

Phi Konstan-1,618, jumlah Nilai unggulan matematika. Allah – Sang Pencipta selalu menggunakan nomor yang sama dalam berbagai peristiwa di alam semesta, dalam pulse hati kita, rasio aspek spiral DNA, di desain khusus yang disebut alam semesta dodecehadron, dalam aturan array daun tanaman yang disebut phylotaxy, dalam bentuk serpihan salju, kristal, dalam struktur spiral banyak galaksi. Sang Pencipta menggunakan nilai yang sama, Golden Ratio – 1,618 ….

golden-ratio-quran

Nilai Rasio ini juga digunakan untuk desain arsitektur, bahkan Piramida di Mesir. Kepler astronom terkenal, Mendefinisikan Angka ini sebagai Penemuan yang Terbaik. Banyak pelukis terkenal, insinyur dan arsitek, seperti Leonardo Da Vinci, telah menggunakan rasio ini dalam karya seni mereka selama ratusan tahun

Golden Ratio – Pada Wajah Manusia

Wajah ternyata menyimpan rasio-rasio matematika yang relatif konstan di hampir semua tipe wajah manusia. Dr Steven Markot, yang telah menghabiskan 25 tahun meneliti unsur matematika pada tubuh manusia, berhasil membuktikan di balik wajah seseorang tersembunyi rasio-rasio matematika disana. Dia meneliti 18 model wajah dari beragam suku & umur. Hasilnya? 97% memiliki pola yang sama!!

Golden Ratio – Pada Anatomi Tubuh Manusia

Tubuh manusia pun tak luput dari rasio tersebut. Coba anda hitung sendiri :

* panjang dari pangkal lengan – sikut / sikut – ujung jari

* panjang dari ubun ubun – dagu / ubun ubun – sambungan kepala leher

* panjang lutut ke kaki / panjang dari abdomen ke lutut…dan lain sebagainya… Semuanya terpaku di angka 0,61… Jari-jari kita pun juga mengandung Golden Ratio.

Perbandingan antar buku jari pun ternyata sesuai dengan deret Fibonacci : 2, 3, 5 dan 8 yang merupakan Deret Fibonacci – Golden Ratio Points.

Golden Ratio Points Berlaku pula untuk Organ Dalam Tubuh Kita yaitu Paru-paru. Pada Tahun 1987, B.J West & Dr. A.L Goldberger berhasil mengungkapkan Golden Ratio di paru-paru kita. Secara anatomis, paru-paru kita mirip bentuk pohon yang sudah kering. Coba amati lebih teliti, bentuknya pun tidak simetris. Sebagai contoh, saluran udara yang memisahkan 2 bronchi; salah satunya lebih panjang dari yang lain. Bentuk a-simetris ini terus berlanjut ke cabang berikutnya. Dan yang menakjubkan, rata-rata bronchus yang satu dengan bronchus yang lain ada di angka 0,61.

Kota Mekkah adalah Golden Ratio Points Dunia?

Proporsi jarak antara Mekah – Kutub Utara dengan jarak antara Mekah – Kutub Selatan adalah persis 1,618 yang merupakan Golden Ratio. Selain itu, proporsi jarak antara Kutub Selatan dan Mekah dengan jarak antara kedua kutub adalah lagi 1,618 unit.

Keajaiban belum selesai The Golden Ratio Point of the World adalah di kota Mekkah menurut peta lintang dan bujur yang merupakan penentu umum manusia untuk lokasi.

Proporsi jarak Timur – Barat Mekah adalah 1,618 unit. Selain itu, proporsi jarak dari Mekah ke garis titik balik matahari dari sisi barat dan perimeter garis lintang dunia pada saat itu juga mengejutkan sama dengan Golden Ratio – 1,618 unit. The Golden Ratio Point of the World selalu dalam batas kota Mekkah, di dalam Daerah Suci yang meliputi Ka’bah menurut semua sistem pemetaan kilometrical meskipun variasi kecil dalam perkiraan mereka.

Hubungan antara Kota Mekah dan Golden Ratio jelas terukir dalam Surah Ali Imran’s (bagian dari Al Qur’an) ayat 96. Jumlah total semua huruf dari ayat ini adalah 47. Menghitung Golden Ratio dari total surat, kata Mekkah tersirat : 47/1.618 = 29,0. Terdapat 29 surat-surat dari awal sampai ayat kata, Makkah seperti dalam peta dunia. Jika hanya satu kata atau huruf yang hilang, rasio ini tidak pernah bisa dipakai. Dengan tanpa batas, kita telah melakukan proses yang sama yang kita laksanakan pada peta dunia dan menyaksikan koherensi mulia sejumlah surat yang mengungkapkan hubungan antara Mekah dan Golden Ratio.

Semua bukti ini menunjukkan bahwa antara Sang Pencipta Dunia dan matematika adalah Satu dan Tunggal yaitu Allah SWT, yang tak dapat dijelaskan dan kekuatan besar yang telah menciptakan Ka’bah, kota suci dan Al Qur’an. Ini mengingatkan seluruh umat manusia bahwa dia telah memberikan tanda-tanda untuk seluruh umat manusia atas dasar ramalannya tentang masa depan dan bahasa umum manusia.

Penemuan mengenai hubungan antara Golden Ratio, Mekkah, Ka’bah dan Qur’an telah meningkat dari hari ke hari. Pada gambar, itu menunjukkan bahwa pengukuran dengan rasio emas kompas yang juga dikenal sebagai Leonardo kompas, membuktikan bahwa kota Mekah terletak di Golden Ratio Point of Saudi sementara Ka’bah terletak di Mekah Golden Ratio City.

Sumber : Ismailkarim86.wordpress.com

Muhammadiyah dan PWNU Jatim Perkirakan Idul Fitri 20 September, Depag Masih Menunggu Isbat

September 15th, 2009

Muhammadiyah dan PWNU Jawa Timur memperkirakan Idul Fitri 1430 H tanggal 20 September. Depag memperkirakan Idul Fitri akan sama

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memperkirakan Idul Fitri 1430 Hijriah akan jatuh pada 20 September. Sedang pemerintah memprediksi pada 21 September.

“Kemungkinan sama itu terjadi karena tinggi hilal berkisar 5-8 derajat dan tergolong imkanur rukyat,” kata koordinator Tim Rukyat PWNU Jatim, Sholeh Hayat, di Surabaya, kemarin.

Meski demikian, PWNU Jatim akan tetap menurunkan tim rukyatul hilal di 9 lokasi, karena Nabi Muhammad memerintahkan berpuasa dan berbuka dengan rukyatul hilal (melihat hilal atau bulan usia muda sebagai penanda pergantian kalender).

“Idul Fitri tahun ini sangat dimungkinkan bersamaan antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah, karena indikasi ke arah itu cukup kuat sekali,” katanya.

Indikasi kuat itu didukung hisab (perhitungan astronomis) ulama NU, Muhammadiyah, ahli hisab independen yang mencapai imkanur rukyat.

“Imkanur rukyat adalah kesepakatan Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura tentang ketinggian minimal untuk melihat hilal, yakni minimal 2 derajat,” katanya.

Sebelum ini, Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idulfitri jatuh pada 20 September 2009.  Penetapan tersebut mengacu pada hasil hisab (perhitungan) kalender. Penetapan tersebut berdasarkan sidang hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah di Yogyakarta pada 11 Juni 2009.

Sementara itu, pemerintah melalui Departemen Agama serta Majelis Ulama Indonesia baru akan melangsungkan sidang isbat penetapan 1 Syawal 1430 Hijriah pada 19 September nanti. Namun menurut Menag, kemungkinan akan sama.

“Kemungkinan tahun ini akan sama,” kata Menteri Agama Maftuh Basyuni di Jakarta, Senin (14/9). [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Muhammadiyah, Awal Ramadhan 22 Agustus

August 18th, 2009

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berdasarkan hasil hisab menetapkan 1 Ramadhan 1430 Hijriyah jatuh pada 22 Agustus 2009 dan 1 Syawal 1430 Hijriyah pada 20 September 2009.

“Penetapan itu sesuai dengan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah,” kata Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Yogyakarta, Selasa.

Sehubungan dengan hal itu, Muhammadiyah mengimbau umat Islam untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum mempertautkan kembali hati yang mungkin selama pemilu legislatif dan pemilu presiden telah terjadi perbedaan pendapat dan pilihan sehingga
menimbulkan keretakan hati.

“Jadikan bulan Ramadhan sebagai wahana untuk lebih meningkatkan dan memperkokoh tali silaturahmi dengan keluarga, tetangga, teman sejawat, dan sesama komponen bangsa yang lain serta mengembangkan sikap saling membantu, toleransi, dan bekerja sama untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama,” katanya.

Muhammadiyah juga mengimbau kepada semua pihak terutama industri
hiburan, baik yang hadir melalui media cetak, elektronik maupun pranata publik lain lebih mengedepankan nilai moral dan kebaikan serta tidak menjual komoditas pornografi dan pornoaksi yang merusak akhlak dan tatanan bangsa demi meraih keuntungan materi.

Menurut dia, sikap positif tersebut diperlukan sebagai bentuk penghormatan kepada kehadiran bulan suci Ramadhan sekaligus bentuk pertanggungjawaban pada masa depan kehidupan di negara yang penduduknya dikenal religius.

Muhammadiyah juga mengimbau segenap umat Islam untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi atas segala kesalahan dan dosa dengan jalan memohon ampunan, berkah, dan rahmat Allah SWT disertai dengan kesungguhan beribadah dan berbuat baik kepada sesama manusia. (Republika)

Apa dan Siapa Bangsa Moro

August 5th, 2009

Penduduk Philipina Selatan, sebagaimana halnya warga Thailand Selatan, sebagian Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, serta sebagian penduduk Indonesia berasal dari rumpun antropologi yang sama yaitu Austronesian / Malayo Polenesian. Maka.tak heran jika memiliki kesamaan ciri-ciri fisik dan bahasa yang hampir sama. Dalam bahasa Tagalog ( Filipino ) yang kini menjadi bahasa  nasional Philipine, terdapat kurang lebih 5000 kata-kata yang hampir  sama dengan bahasa melayu ( Indonesia ) walau kadang artinya berbeda. Seperti pintu, kanan, murah, mahal, gunting, aku( ako ), kita, balai dan hitungan angka ( 1 sampai 10 )yang amat mirip dengan bahasa Indonesia, Jawa dan Sunda sekaligus.

Kesamaan ini semakin kental ketika kebetulan mereka sama-sama beragama Islam.  Ketika muslim Melayu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand Selatan, Brunei dan Philippina berkumpul bersama-sama, katakanlah ketika ibadah haji di tanah suci, maka tak ada yang dapat memastikan asal kewarganegaraan mereka. Selain, ketika mereka mulai berbicara tentunya.

Sayangnya, eksistensi dan status muslim nusantara tersebut tidaklah sama. Muslim menjadi mayoritas di Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Namun menjadi minoritas di Thailand, Singapura, dan Philippina. Memang, menjadi mayoritas tidak menjamin hidup lebih baik, namun terlebih lagi ketika menjadi minoritas. Demikianlah yang terjadi dengan minoritas muslim Moro di Mindanao Philippine.

Apa dan Siapa Bangsa Moro

Salah Jubair dalam bukunya Bangsamoro : A Nation Under Endless Tyranny (1999) menyebutkan bahwa istilah Moro atau Bangsamoro (“bangsa” disini memiliki arti yang sama dengan “bangsa” dalam bahasa Indonesia) adalah istilah yang berasal dari penjajah Spanyol (Spaniards). Sama halnya dengan sebutan etnis lain di Philippina seperti ‘Indio” dan “Filipino”.  Kata “Moro” sendiri diadopsi dari bangsa Mauri atau Mauritania di Afrika yang kemudian juga dikenakan kepada bangsa Berbers di Afrika Utara dan juga kepada kaum muslimin yang datang dan menaklukkan Spanyol berabad-abad silam.  Maka, istilah Moro akhirnya tidak merujuk kepada kelompok etnis, ras, waktu dan geografis tertentu, namun lebih merujuk kepada kelompok orang yang berafiliasi kepada agama tertentu, dalam hal ini adalah Islam.

Muslim di Philippina terdiri atas 13 kelompok etnolinguistik, masing-masing  Iranun, Magindanaon, Maranao, Tao-Sug, Sama, Yakan, Jama Mapun, Ka’agan, Kalibugan, Sangil, Molbog, Palawani and Badjao.  Ada pula muslim di kalangan penduduk pribumi (indigenous people) Mindanao seperti Teduray, Manobo, Bla-an, Higaonon, Subanen, T’boli, dan lain-lain.  Selain itu penduduk Muslim juga dapat diketemukan di Luzon maupun Visayas  kendati tidakdalam jumlah yang signifikan. Muslim yang mendiami Mindanao, pulau Basilan, Palawan, Sulu dan kepulauan Tawi-Tawi kemudian disebut sebagai Bangsamoro (Lingga, 2004). Data tahun 2005 menyebutkan total muslim di Philippina berjumlah 5% (4.5 juta jiwa) dari total penduduk Philippina.

Peran Pendakwah Minangkabau, Makassar dan Ternate

Indonesia, tepatnya warga Minangkabau, Makassar dan Ternate patut berbangga. Penyebaran Islam di Mindanao tak lepas dari peran pendakwah Minangkabau masa silam. Salah Jubair (1999) menyebutkan sejarah keislaman Bangsamoro berakar sejak tahun 1310 M dengan ditemukannya nisan seorang pemimpin dan pendakwah Islam generasi awal di Mindanao.

Penyebaran Islam di Sulu dan Mindanao diyakini berasal dari para pedagang, guru-guru dan sufi keturunan Arab yang berlayar hingga ke Sulu dan Mindanao (hampir sama dengan model penyebaran Islam di Indonesia). Mereka kemudian mengislamkan dan menikahi penduduk setempat. Masjid pertama di Philippines tercatat berada di Tubig-Indangan di Pulau Simunul. Didirikan oleh Makhdum Karim alias Sharif Awliya, keturunan Arab, sekitar tahun 1380. Berikutnya para musafir keturunan Arab secara berturut-turut membangun kesultanan Sulu pada 1390, dan kesultanan Maguindanao dan Buayan pada akhir abad ke 15

Abhoud Syed M. Lingga (2004) menyebutkan bahwa Sultan pertama Sulu (Paduka Mahasari Maulana al-Sultan Sharif ul-Hashim) yang memerintah tahun 1450 – 1480 adalah berasal dari Sumatra. Sultan ini menikah dengan putri Rajah Baguinda yang berasal dari Minangkabau (‘Menangkabaw’ dalam istilah di Mindanao).

Di Mindanao, Sharif Muhammad Kabungsuwan, pendiri kesultanan Maguindanao tiba di Mindanao pada 1515.  Ayahnya berasal dari Arab dan ibunya adalah keluarga kesultanan Johor (kini bagian dari Malaysia).  Sementara itu, Sultan Sulu ke -7 adalah memiliki darah Brunei (kini Brunei Darussalam).

Kesultanan Makassar dan Ternate masa silam turut memainkan peranan penting di Mindanao. Ketika Gubernur Spanyol Corcuera menyerbu Sulu pada 1638, Rajah Bongsu, Sultan Sulu, mendapat bantuan dari para prajurit Makassar. Sementara itu, kesultanan Ternate kerap membantu Sultan Buisan di Maguindanao dalam perangnya melawan kolonial Spanyol (Lingga, 2004).

Sampai kini masih cukup banyak keturunan Indonesia yang tinggal di Mindanao. Namun kini lebih banyak berasal dari Sulawesi Utara, utamanya kepulauan Sangir Talaud dan Miangas (Pulau Miangas adalah pulau terluar Indonesia yang berjarak sangat dekat dengan Mindanao dan sebaliknya amat jauh dari Manado).  “Saat ini ada sekitar 8000 orang Indonesia yang masih berkewarganegaraan Indonesia di Mindanao. Belum lagi mereka yang tak terdaftar dan mereka yang telah berkewarganegaraan Philippina,” ujar Bernard Loesi, konsul Indonesia di Konsulat Jenderal RI di Davao City.

Tak puas menyebarkan Islam di Mindanao, pergerakan Islam kemudian melaju ke utara, merambah area Visayan, yaitu Cebu, Mactan, kemudian Palawan, hingga Luzon, pulau dimana metropolitan Manila berada.  Salah Jubair (1999) mensinyalir bahwa Metropolitan Manila pada abad ke 16 adalah di bawah kekuasaan raja muslim yaitu Rajah Sulaiman Mahmud. Sama halnya dengan daerah Tondo, Cebu dan Mactan di Visayan.

Datangnya penjajah Spanyol (Spaniards) pada tahun 1521 kemudian mengubah semuanya. Ekspansi dakwah Islam dari Selatan (Mindanao dan Sulu) terhambat dan pertempuran terjadi di banyak tempat selama tiga abad lebih kekuasaan kolonial Spanyol. Perang dengan Spanyol baru mereda pada tahun 1898, yaitu saat beralihnya kekuasaan negeri Philippines dari Spanyol ke Amerika Serikat melalui perjanjian Paris 10 December 1898.

Identitas Filipino dan Bangsa Moro

Selain mengenakan istilah “Moro” untuk menyebut kelompok muslim di Mindanao, penjajah Spanyol juga menciptakan istilah Philippines. Pada pertengahan abad ke -16 rombongan ekspedisi Spanyol mendarat di Sarangani Mindanao Selatan dan mencoba untuk membangun pemukiman baru. Namun di daerah baru tersebut mereka berbenturan dengan kemiskinan Bangsamoro sehingga rombongan berbalik pulang. Dalam perjalanan pulang ketika melewati gugus kepulauan Samar-Leyte, Bernardo de la Torre, salah seorang kru kapal, memberikan nama kepulauan tersebut sebagai Filipinas, ntuk menghormati Philip, putra mahkota kerajaan Spanyol ketika itu (di kemudian hari menjadi Raja Philip II).  Ketika Amerika Serikat menjajah Filipinas, nama tersebut kemudian di-Inggris-kan menjadi Philippines, sampai saat ini.

Apabila Philippines adalah nama negara, maka Filipino adalah sebutan untuk Spaniards yang lahir di Philippines. Namun sejak tahun 1898 istilah Filipino dikenakan juga untuk warga pribumi demi menggalang dukungan warga pribumi dalam melawan Amerika Serikat.  Belakangan, istilah Filipino ini kemudian mendapatkan ‘nickname’ baru yaitu Pinoy (untuk kaum Pria Filipino) dan Pinay (untuk kaum wanita Filipino)

Warga pribumi Philippines non Moro sebelum 1898 disebut sebagai Indios. Makna “Indios” adalah ‘native” ataupun “pribumi”. Istilah diskriminatif ala Spaniards kepada penduduk asli Philippina yang bermakna ras yang lebih rendah, primitif dan intelejensia terbatas. Sebenarnya, Indios secara antropologis adalah juga termasuk ras Indo-Malayan sama seperti Bangsamoro. Hanya saja mereka tidak memeluk Islam maka lebih kental dengan sebutan Indios.

Sama halnya dengan etnis Dayak yang memeluk Islam di Kalimantan. Ketika memeluk Islam mereka disebut sebagai Melayu, kendati sebenarnya asal usul etnis tidak berubah. Tetap saja etnis Dayak. Karena ada asumsi bahwa etnis Dayak adalah penganut kepercayaan animism/dinamism ataupun kepercayaan lain di luar Islam.

Sebaliknya, Bangsamoro tetaplah Bangsamoro hingga kini.  Roh Islam Melayu jauh lebih dominan daripada Indios apalagi Spaniards.  Secara ras, Bangsamoro adalah ras Indo-Malayan.  Ciri-ciri fisiknya amat serupa dengan Indo Malayan lain yang kini bermukim di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, dan Thailand Selatan.

Aksara yang digunakan di Mindanao dan Sulu sebelum datangnya pengaruh kolonial Spanyol adalah dalam huruf Yawi (Arab Melayu). Buku-buku agama ketika itu adalah dalam huruf Yawi, sama halnya dengan tradisi penulisan di Thailand Selatan (Patani) dan juga di kesultanan-kesultanan Islam di Indonesia masa silam.

Secara Etnolinguistik, semua dialek pribumi Moro, dan juga Luzon serta Visayas, adalah berhubungan dan memiliki akar yang sama dengan bahasa di rumpun Austronesian/ Malayo Polynesian. Tak heran, kita mudah menemukan banyak kata-kata yang sama antara bahasa Bangsamoro dengan bahasa Indonesia, Melayu-Sumatra, bahkan bahasa Jawa, ataupun Sunda.  Kata-kata seperti Tuhan, Raja, bichara, orangkaya, sultan, memiliki makna yang hampir sama dengan kata-kata yang sama dalam bahasa Indonesia.

Secara afialiasi keagamaan, hampir seratus persen penduduk Bangsamoro adalah beragama Islam. Dengan model keislaman yang kurang lebih sama dengan penduduk Asia Tenggara yang lain.

Problem Bangsa Moro

Problem utama Bangsamoro kini adalah  hak untuk menentukan nasib sendiri (Right To Self-Determination).  Selanjutnya mungkin adalah kemiskinan, ketertinggalan pembangunan, rendahnya  pendidikan, minimnya pekerjaan, diskriminasi, dan juga stigma sebagai teroris.

Tidak salah kalau dikatakan bahwa Bangsamoro selalu berada dalam tirani dan penjajahan. Lepas dari penjajahan Spanyol selama lebih dari tiga abad (1521 – 1898), Bangsamoro berada dalam kekuasaan Amerika Serikat hampir selama lima dekade (1898 -1942). Berikutnya Jepang menguasai mereka selama tiga tahun sampai akhirnya berada dalam kekuasaan Republic of Philippines per 4 Juli 1946.

Perjuangan menuju kemerdekaan masih berlangsung hingga kini.  Berturut-turut lahir Moro National Liberation Front (MNLF) pada akhir tahun 1960-an pimpinan Nur Misuari dan Moro Islamic Liberation Front (MILF) pimpinan Salamat Hasyim (wafat pada 2003) pada tahun 1981. Lahirnya MILF adalah respon dari ketidakpuasan terhadap MNLF yang dianggap kurang tegas dalam memperjuangkan hak-hak Bangsamoro dan terlalu akomodatif dengan pemerintah Philippina.  Belakangan, pada awal 1990-an, lahir Abu Sayyaf Group (ASG) yang dipimpin Abdulrajak Janjalani.

Negosiasi Bangsa Moro dan pemerintah Philippina untuk merumuskan wujud hak menentukan nasib sendiri ini berlangsung berpuluh tahun. Libya, Indonesia dan Malaysia adalah di antara negara-negara OKI (organisasi konferensi Islam) yang rajin memfasilitasi perundingan ini.  Pencapaian terakhir Bangsamoro dalam ikhtiar menuju kemerdekaan ini adalah dicapainya status otonomi khusus dengan nama ARMM (Autonomous Region of Muslim Mindanao) pada 1 Agustus 1989, buah perjanjian antara pemerintah Philippina dan MNLF.  Saat ini ARMM terdiri atas enam propinsi yaitu tiga di daratan Mindanao (Maguindanao, Lanao del Sur, Shariff Kabunsuan) dan tiga di kepulauan Sulu (Sulu, Basilan, dan Tawi-Tawi). Jumlah penduduk di enam propinsi mayoritas muslim tersebut mencapai hampir tiga juta jiwa.

Disamping ARMM, bentuk akomodasi lain terhadap Bangsamoro oleh pemerintah Philippina adalah pemberlakuan Code of Muslim Personal Laws of the Philippines pada tahun 1977 yang mengatur urusan hukum keluarga (perkawinan, perceraian, kewarisan) masyarakat muslim Philippine. Selanjutnya, beberapa mahkamah syari’ah dibentuk dan hakim-hakim syari’ah ditunjuk . Di bidang ekonomi Islam, Philippine Amanah Bank, yang beroperasi di kalangan muslim, dibentuk pada tahun 1974 oleh mantan Presiden Ferdinand Marcos.

Sejatinya, tak ada kebijakan pemerintah Philippina ( seperti halnya di negeri-negeri yang muslim nya minoritas) yang secara terang-terangan mendiskriminasikan penduduk muslim. Namun berhubung mayoritas penduduk Philippina adalah Kristen (Katholik dan Protestan), maka banyak kebijakan yang memang dirumuskan sesuai dengan kehendak mayoritas dan akhirnya merugikan minoritas.

Sebagai contoh, kebijakan memindahkan penduduk Filipino non muslim ke Mindanao (seperti juga halnya di Pattani Thailand Selatan, Xinjiang di China dll ) atas nama pembangunan, akhirnya cenderung meminggirkan kaum minoritas di Mindanao, yaitu Bangsamoro. Akibatnya kemiskinan, kesulitan dalam memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak adalah cerita yang  yang lain. “Penduduk muslim sukar mendapatkan pekerjaan di kantor-kantor pemerintah maupun di pertanian umum, hanya karena mereka muslim,” tutur Evelyn, muslimah Moro yang tinggal di Mandug Barangay, Davao City.

Masa Depan Bangsa Moro

Bangsa Moro kini hidup di tengah ketidaksinkronan. Ruh-nya adalah Islam Melayu sementara jasadnya adalah Pinoy (Philippines). Hampir sama dengan minoritas muslim Thailand Selatan yang hidup di tengah negeri Buddhist.  Muhammad al Hasan (1978)  menyikapi situasi ini sebagai berikut : “Kami, Moros dan Filipinos adalah dua kelompok manusia yang berbeda, yang memiliki ideologi, budaya, dan sejarah yang berbeda. Kami juga memiliki konsep kedaulatan yang berbeda. Menurut Filipinos, kedaulatan berada di tangan rakyat Filipino, sedangkan kami sepenuhnya percaya bahwa kedaulatan adalah milik Allah Subhanahu Wata ‘Ala.”  Selanjutnya, Muhamad al Hasan mengatakan :

“Budaya kami sangat dipengaruhi oleh kepercayaan, ajaran, dan prinsip-prinsip Islam, yang sangat bertentangan secara diametral dengan kebudayaan Filipino yang sangat terpengaruh budaya kaum kolonial.”

Maka, perjuangan Bangsamoro ke depan  adalah perjuangan bernegosiasi. Menegosiasikan masa depannya sebagai minoritas. Menegosiasikan hak-haknya untuk menentukan nasib sendiri di tengah  mayoritas Pinoy yang bersamaan ras, bahasa, dan warna kulit-nya namun berbeda agama, kultur, maupun ideologi.  Perjuangan yang tidak mudah, karena kemiskinan, pengangguran, rendahnya pendidikan, dan stigma sebagai teroris senantiasa melekati mereka. (aa.voa-islam)

Sumber : http://heru susetyo.multiply.com

dengan perubahan

Gambar : www.wordpress.com

Deathbook, Facebook Bagi Orang Mati

August 4th, 2009

Sekarang kematian tidak lagi menjadi alasan bagi seseorang untuk tidak bisa meng-update ataupun berkomunikasi, meski yang bersangkutan sedang berada di dunia ‘akhirat’.

Ya, situs yang bernama Deathbook dapat memungkinkan seseorang yang sudah meninggal untuk merayakan hari jadi pernikahannya, dengan memberikan kesempatan kepada anggota lain untuk mengirim ucapan email kepada yang bersangkutan kedalam dunia akhirat.

Namun, jangan dibayangkan situs ini memungkinkan orang yang sudah meninggal, mengetik dan ber-chatting ria di dalam alam kubur dengan laptop kesayangannya. Sebab, situs Deathbook ini, lebih mirip dengan situs wasiat online, yang mana penggunanya ketika masih hidup dapat mengisi berbagai informasi dalam sebuah konten.

“Ini seperti pesan pribadi yang ditujukan untuk istri, anak, dan saudara Anda yang masih hidup. Bahkan, mereka bisa saling berbagi nomor rekening, akun, dan lainnya,” jelas sang kreator Simon Gilligan, seperti yang dilansir Times, Rabu (29/7/2009).

Setelah mengisi konten tersebut, maka situs tersebut akan mengolah informasi yang ada di dalamnya, dengan mengatur tanggal kemunculannya, sehingga menunjukkan seolah-olah pengguna yang bersangkutan masih hidup. Ini dapat mengetahui informasi kenangan atau ?warisan? yang ditinggalkan di situs tersebut.

Sang pemilik sendiri, mengatakan akan segera melauncing situs ajaib ini pada bulan depan. (Okezone)

‘Google Earth’ Mendarat di Bulan

July 24th, 2009
'Google Earth' Mendarat di Bulan
SCREEN SHOT/REPUBLIKAONLINE
Menjelajah Bulan lewat Google

Senin 20 Juli lalu adalah ulang tahun ke-40 pendaratan manusia pertama kali di bulan. Google telah memilih untuk menandai peristiwa tersebut dengan melepas satu set peta untuk Google Earth yang memungkinkan anda melakukan browsing di atas permukaan bulan.

Google Earth adalah software gratis. Jadi, yang anda perlukan hanyalah mendapat versi terbaru untuk mengeksplorasi bukan. Jika anda belum punya, segera download Google Earth 5.0 saat ini. Bila sudah segera lakukan upgrade yang diperlukan.

Untuk mengakses peta bulan terbaru, coba masuk ke ikon planet kecil bertipe drop down di toolbar Google Earth, dan pilih “Moon”. Anda akan segera mengenali jika ada pula menu pilihan untuk Sky dan Mars.

Pilihan-pilihan itu adalah peningkatkan terdahulu di Google Earth yang juga tersedia. Pengguna Google Maps, kadang, juga telah dapat mengeksplorasi bulan, langit malam hari dan Mars, di dalam browser web.

Beberapa metadata mengagumkan hadir bersama peta bulan milik Google Earth, yang membuat layak untuk diundung. Ada tur interaktif ke berbagai pemandangan bulan dengan iringan narasi dari astronot Apoll, Buzz Aldrin dan Jack Schmitt.

Google Earth juga menyertakan montase foto 360 derajat dari situ-situs pendaratan, klip yang telah diedit dari bermacam misi Apollo serta peta pelatihan yang digunakan astronot. Tak ketinggalan dalam ekplorasi, model 3 dimensi daratan di Bulan, lengkap dengan pesawat ulang-alik, kendaraan jelajah dan beberapa artefak yang ditinggalkan manusia di satelit Bumi satu-satunya itu. (webmonkey/itz/republika)

Facebook Tak Akan Berumur Panjang

July 10th, 2009

Masa depan Facebook terus dipertanyakan karena hingga kini terus merugi. User yang mencapai 200 juta juga memerlukan biaya operasinal yang tidak kecil. Apalagi situs jejaring sosial terbukti rentan ditinggalkan usernya, seperti terjadi pada Friendster maupun MySpace.

Facebook bisa berkaca pada situs jejaring sosial yang lebih tua dan juga sangat sukses MySpace yang kini mengalami masalah. Padahal MySpace sangat sukses karena mendapat perjanjian iklan yang profitable dengan Google. Selain itu punya orangtua bijaksana, sang raja media Rupert Murdoch, serta mempekerjakan lusinan konsultan di seluruh dunia.

Tapi MySpace dengan cepat memudar dan memaksanya untuk menghentikan ribuan tenaga kerja dan menutup kantor di seluruh dunia. Selain itu MySpace juga ditinggalkan pendirinya Chris de Wolfe.

Sejarah Facebook berbeda dengan banyak dotcom yang muncul beberapa dekade terakhir. Dotcom selalu mengatakan sudah dalam jalur untuk segera break even point, setelah itu IPO di bursa atau diambil alih oleh perusahaan lebih besar. Namun tak lama kemudian, perusahaan itu tidak bisa bertahan dan keuangannya menjadi berdarah-darah.

Facebook sebaliknya, terus bertahan untuk menjadi independen, meskipun juga menerima sedikit modal dari Microsoft maupun perusahaan media asal Rusia. Tapi rumor yang berkembang, Facebook juga akan segera IPO setelah menunjuk kepala keuangan baru.

Tak bisa disangkal selain membanggakan, melayani jumlah user lebih dari 200 juta di seluruh dunia butuh operasional besar. Kegiatan user di seluruh dunia yang terus mengupload foto dan status, membuat kebutuhan server harus terus ditambah.

Tampaknya hal itu disadari oleh Facebook dengan mengangkat Sheryl Sandberg sebagai chief operating officer (COO). Wanita inilah yang menjalankan bisnis Facebook saat sang pendiri, Mark Zuckerberg, tidak di kantornya.

Melihat latar belakang Sheryl Sandberg, orang bisa kagum. Ia lulusan MBA Harvard dan pernah meluangkan waktu bekerja sebagai chief of staff di pemerintahan Bill Clinton dan kemudian menempati posisi tinggi di Google sebelum pindah ke Facebook.

Sandberg menegaskan Facebook bisa mengumpulkan uang. Dan pada 2010 Facebook akan bisa mendapat cashflow positif. “Tidak hanya menutup segala ongkos, tapi kami membuat investasi di pertumbuhan kami di seluruh dunia dan revenue dari iklan menutupi biaya itu.”

Facebook mengatakan revenue-nya naik 70% year-on-year justru di saat resesi terburuk. Tapi tetap saja masih banyak yang skeptis, situs jejaring sosial seperti Facebook mampu menghasilkan uang dari iklan dalam jumlah yang bisa diandalkan.

Memang Facebook telah menjadi bisnis yang mapan, dengan pertumbuhan yang stabil menuju kondisi yang bisa menghasilkan keuntungan. Tapi hal itu juga terjadi pada situs yang lebih tua, MySpace, setahun lalu yang tiba-tiba saja menjadi kurang populer. (Althaf/inilah/arrahmah)

Malaysia Siap Tarik Kapal Perang dari Ambalat

June 11th, 2009

TANGERANG — Tim Delegasi Komisi I DPR-RI mengatakan Malaysia siap menarik kapal patroli dari perairan Ambalat dan akan memberikan sanksi tegas kepada prajuritnya bila memicu konflik di Ambalat, demikian Ketua Rombongan Delegasi Ambalat Yusron Izra Mahendra di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis malam.”Dalam kesepakatan dengan Malayasia, pejabat Malaysia sepakat mengurangi aktivitas kapal patroli di perairan Ambalat dan siap menarik pasukannya,” katanya.

Menurut Yusron, perundingan Tim Delegasi Ambalat dengan Wakil Ketua DPRD Malaysia Datuk Wan Junaidi, Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Sri Ahmad, dan Wakil Menteri Luar Negeri Senator Kohilan A Pillay beserta Panglima Diraja Malaysia Laksamana Tan Sri Datuk Sri Abdul Azis Jaafar, telah mencapai beberapa kesepakatan.”Bahwa Malaysia tidak ingin terjadi kontak fisik dengan Indonesia, dan dalam kasus Ambalat kedua belah pihak sepakat untuk cooling down,” katanya.

Tim Delegasi menegaskan kepada para petinggi Malaysia bahwa Ambalat merupakan wilayah Indonesia sesuai dengan ketentuan UNCLOS 1982 yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).”Indonesia juga pernah mengebor minyak di Ambalat sejak dulu, tetapi Malaysia mengaku Ambalat miliknya sebagai negara kepulaun sejak tahun 1979,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Delegasi Happy Bone Zulkarnain mengaku, petinggi militer Malaysia menjelaskan bahwa patroli kapal Malaysia di Ambalat bukan untuk menyerang Indonesia.”Kami tidak akan berperang dengan Indonesia, dalam keadaan apa pun kita akan memperbaiki hubungan baik dan persaudaraan dengan Indonesia,” kata Bone menirukan ucapan Panglima Tentera Diraja Malaysia Laksamana Tan Sri Datuk Sri Abdul Azis Jaafar saat bertemu tim delegasi Indonesia.

Bone mengatakan, militer siap memberikan sanksi tegas kepada prajuritnya yang menyerang tentara Indonesia di Ambalat, “Dia (Panglima Diraja Malaysia) berkata akan menjatuhkan hukuman kepada anak buahnya, dan bila terjadi konflik itu Panglima Diraja akan meminta maaf kepada Indonesia secara tertulis,” tambahnya.

Nmaun, selama lawatan dua hari ke Malaysia, tim delegasi tidak memperoleh jaminan dan komitmen Malaysia bahwa Ambalat merupakan wilayah Indonesia.”Secara politik memang ada kesepakatan, namun secara hukum international laut Malaysia belum mengakui Ambalat itu milik Indonesia,” kata Bone.
(Republika)

Prita, Cermin Komunikasi yang Minim

June 10th, 2009

Oleh: dr M. Yusuf Suseno
Tengah bertugas di RSUD Taman Husada Bontang, Kaltim

Kasus Prita melawan dokter dan Rumah Sakit (RS) Omni Internasional memancing reaksi banyak orang. Sambil menunggu proses sidang selanjutnya, apa yang bisa dipelajari dari kasus Prita? Apa yang bisa dilakukan agar hal-hal tak mengenakkan yang terjadi pada Prita selama di RS Omni tak terulang? Runtut jawaban itu penting. Sebab, sungguh tak nyaman menjadi pasien yang merasa dirugikan. Sudah sakit fisik, masih ditambah perasaan terabaikan, tereksploitasi, terkorbankan. Tumpukan kegelisahan melahirkan kalimat dalam e-mail Prita yang mencubit dan menusuk.

Bila Anda berobat, berhati-hatilah dengan kemewahan RS dan titel internasional, karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan (suarapembaca.detik.com). Benarkah demikian?

***

Jawabannya bisa dirunut dari perkembangan kedokteran modern yang kemajuannya begitu menakjubkan. Pasien penyumbatan arteri koroner yang dua dasawarsa lalu harus berakhir di meja operasi kini bisa bernapas lega. Sebagian besar kelainan bisa diatasi dengan tindakan invasif minimal, yang bahkan bisa dilakukan sembari rawat jalan.

Namun, keajaiban itu tidaklah gratis. Metode pemeriksaan dan obat terbaru selalu lebih mahal karena biaya riset yang harus dibayar konsumen. Juga bahan dan teknologi terkini yang akhirnya dibebankan pada pengguna. Ini menimbulkan prasangka baru, seakan dunia medis saat ini lebih materialistis dan tak berpihak pada rakyat kecil.

Derasnya arus perubahan itu juga berpengaruh pada hubungan antara dokter dan pasien. Teknologi mempersingkat waktu interaksi antara dokter dan pasien karena terbantu oleh pemeriksaan penunjang yang memanjakan. Akhirnya, lebih banyak pasien yang bisa ditangani oleh seorang dokter, dengan risiko makin sedikit pula waktu yang bisa diberikan. Apalagi, penghargaan yang kadang tak sesuai dari rumah sakit sebagai industri membuat dokter terpaksa “berkelana” dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain.

Semua itu berpengaruh pada jalinan komunikasi antara dokter dan pasien. Apalagi, dunia tengah berubah. Hubungan dokter dan pasien, pada kondisi bukan darurat, tak lagi bisa berjalan dengan model paternalistik. Model lama di mana dokter dipercaya sepenuhnya dan segala keputusan diserahkan kepadanya layaknya orang tua.

Sebuah studi pada dua ribu pasien menunjukkan bahwa 78 persen pasien mengeluhkan tiga hal pokok. Yakni, tidak diberi waktu untuk mengungkap tuntas keluhan, tidak mendapat penjelasan yang mudah dimengerti, dan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan (J. Gen Intern Med: 2002).

Ketidakpuasan pada model paternalistik memunculkan model informatif. Pada kutub ini, tugas dokter adalah memberikan informasi secara akurat kepada pasien dan membiarkannya memilih. Aman memang, namun lebih kering, impersonal, dan tanpa keterlibatan emosi. Seorang dokter bekerja mirip seorang arsitek, di mana segala keputusan berada di tangan pemilik rumah.

Model terbaik di antara dua kutub ekstrem model paternalistik dan informatif adalah model deliberative. Dokter memberikan informasi seluasnya, namun tetap bersikap layaknya sahabat sang pemilik rumah, di mana dia berusaha berempati dan memberikan saran terbaik sesuai dengan kondisi pasien.

Sayang, model hubungan dokter pasien yang ideal itu tidak akan terjadi tanpa komunikasi yang baik. Pertanyaannya, sudahkah fakultas kedokteran di Indonesia menekankan pentingnya komunikasi pada para calon dokter? Sudahkah para calon dokter diberikan bekal yang cukup tentang teknik komunikasi yang baik dengan pasien?

Kenyataannya, mata kuliah tersebut lebih sering terabaikan -kalau toh ada, penyampaiannya tidak menarik. Sebuah studi menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa kedokteran memasuki kampus dengan idealisme tinggi, namun dalam dua tahun mulai tergerus. Pada tahun-tahun akhir, sikap paternalistik mulai terbangun, kemudian mereka lulus dengan pandangan lebih berorientasi pada penyakit daripada pasien (Med Educ: 2002).

***

Ada tiga fungsi utama dari komunikasi antara dokter dan pasien yang perlu diketahui. Yakni, menggali informasi, membangun dan menjaga hubungan kepercayaan, serta merencanakan langkah-langkah selanjutnya, termasuk edukasi. Pada kasus Prita, ada kegagalan fungsi kedua dan ketiga yang akhirnya menimbulkan kekecewaan. Melahirkan e-mail yang mencubit dan menusuk tersebut.

Kasus Prita juga mengandung pelajaran penting bagi para pasien di tanah air. Pertama, usahakan kita memiliki dokter keluarga yang mengenal dan mencatat dengan baik riwayat kesehatan kita. Langsung menuju rumah sakit untuk kasus bukan gawat darurat kurang bijak. Dokter UGD dan dokter spesialis rujukan tidak mengenal tubuh kita seperti dokter keluarga. Waktu mereka pun tak sebanyak dokter keluarga. Akibatnya, segala efek samping obat bisa saja datang tak terduga.

Kedua, usahakan mendapat informasi secara lengkap dari dokter yang merawat. Jika perlu, carilah second opinion. Ketiga, jangan membiarkan kita dirawat oleh dokter yang tidak kita percayai sejak awal. Sebab, hasilnya hanya akan merugikan dan melukai kedua belah pihak.

Bagaimana dengan para dokter? Kalimat Prita di awal tulisan seharusnya menjadi cermin yang mengetuk hati dan menggerakkan semangat perubahan. Namun, sampai saat ini saya tidak sependapat dengan kalimat, semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan. Sebab, semakin pintar dokter, seharusnya dia menjadi rendah hati, makin berempati kepada pasien-pasiennya, serta makin kaya dalam kemampuan berkomunikasi. Yakni, kekayaan yang akan menentramkan hati dokter dan pasiennya. (Jawa Pos)